Dalam menulis buku ini, akan kuperkenalkan sosok anak laki-laki kecil yang suka bermain di pinggir pantai. la bungsu tapi ia tidak pernah menamai dirinya bungsu, karena baginya, di bagian mana saja kita lahir di sana isinya tanggung jawab masing-masing. Anak kecil tadi suka berlayar bersama pamannya melintasi Bakauheni-Merak hingga kembali lagi Merak-Bakauheni. Pamannya seorang nahkoda kapal Fe…
IKIGAI memiliki persamaan ketangguhan dimana dalam hidup pasti kita akan dihadapi oleh hal-hal yang sulit, namun bagaimana cara seseorang menghadapi masalahnya yang akan menjadi perbedaan pada kualitas hidup seseorang. Tetap menenangkan pikiran, tubuh dan emosi. Dimana hal tersebut merupakan point penting untuk menghadapi lika, liku, atas, dan bawah kehidupan ini. Jika seseorang tetap menenangk…
Haemin Sunim adalah seorang guru Zen Buddha yang berasal dari Korea Selatan sekaligus penulis dua buku best-seller internasional, The Things You Can See Only When You Slow Down dan Love for Imperfect Things. Buku-bukunya telah mencapai popularitas global, terjual lebih dari enam juta eksemplar dan diterjemahkan ke dalam 38 bahasa. Meski lahir dan dibesarkan di Korea, Haemin awalnya menuju Ameri…
Depresi. Anxiety. Sakit kronis. Fobia. Pemikiran obsesif. Terdapat bukti yang meyakinkan bahwa akar dari gangguan-gangguan tersebut tidak berasal dari pengalaman hidup yang langsung Anda alami atau dari ketidakseimbangan kimiawi di otak—melainkan dari sejarah hidup dari akar keluarga kita. Riset terbaru menemukan bahwa pengalaman traumatis DAPAT DIWARISKAN secara turun-temurun. Anda serta …
Keluarga cemara? Ya, mereka mengatakan hidupku sempurna dan penuh warna. Namun, kenyataannya tidak selalu seindah itu. Banyak cerita yang akhirnya saya simpan sendiri. Terutama mengenai hubungan saya dengan keluarga. Terkadang, saya ingin mengingat kembali tentang “mereka”—orang-orang yang pernah menjadi cemara dalam hidupku. Namun, sekarang, saya menerima bahwa setiap orang memiliki j…
Regina, seorang gadis yang menghabiskan hari-harinya di singgasana, berjuang dengan tubuhnya yang tak berkembang. Meski banyak tantangan, Regina tetap penuh semangat, syukur, dan cinta. Dia ingin menjadi pohon yang kokoh, memberikan manfaat dan kebaikan.