"APA KAU BILANG?!?” mata Daeng Rate berkilat marah ketika mendengar sebuah kalimat yang terlontar dari bibir anak perempuan satu-satunya, Rimang. Di hadapannya, Rimang duduk takut-takut. Telapak tangan gadis enam belas tahun itu sudah basah oleh keringatnya sendiri. Daeng Rate benar-benar seperti harimau kelaparan kalau sudah marah, "Kalau ada yang menentang adat itu, kampung kita bakal kena …
Memandang salju yang turun perlahan, seolah membuatku merasa sendiri dan terasingkan di Negeri ini –Finlandia–. Sambil berjalan menyusuri kota, aku mengingat beberapa foto dan secarik surat yang kukirimkan lewat kotak pos pinggir jalan beberapa menit lalu. Semoga para kurir segera mengirimnya ke Indonesia. Di sela kebingungan, kesendirian, dan keterasingkanku, aku berpikir untuk per…